Sabtu, 22 November 2014

Pengertian Perubahan Sosial Budaya Lengkap

Pengertian Perubahan Sosial Budaya Lengkap Beserta Definisi Menurut Para Ahli - Perubahan sosial merupakan suatu fenomena social yang selalu ada dalam masyarakat. Banyak para ahli social yang berusaha mengkaji dan mempelajari perubahan social secara lebih mendalam sehingga melahirkan pengertian perubahan social yang berbeda – beda sesuai dengan pandangannya masing – masing. Perubahan sosial budaya adalah perubahan pada kebudayaan atau kebiasaan pada masyarakat.


Pengertian perubahan sosial menurut beberapa ahli:


  1. Menurut Selo Sumardjan, perubahan sosial adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, dan mencakup di dalamnya nilai-nilai dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat.

  2. Gillin: Cara-cara hidup yang telah diterima baik karena kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun adanya penemuan baru dalam masyrakat itu.

  3. Kingsley Davis: Perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat

  4. Mac Iver: perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial

  5. William Oqburn: perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

Unsur-unsur perubahan social

  • Interaksi sosial
    Hubungan timbal balik antara individu-individu, kelompok-kelompok, individu-kelompok dalam kehidupan masyarakat.

  • Lembaga-lembaga sosial
    Lembaga yang memuat aturan-aturan pada kebutuhan pokok manusia dari segala tingkatannya.

  • Kelompok sosial
    Pengelempokan manusia berdasarkan kepentingan tertentu

  • Pelapisan (sartifikasi) sosial
    Pengelompokan penduduk/masyarakat berdasarkan tingkat sosialnya.

Perubahan social dapat diketahui melalui ciri – ciri berikut :

  1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang baik cepat maupun lambat.

  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada lembaga – lembaga social lainnya.

  3. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.
Ada tujuh unsur kebudayaan dalam masyarakat yang dikenal sebagai tujuh unsur yang universal, yaitu:

  • bahasa, 

  • sistem pengetahuan, 

  • organisasi sosial, 

  • sistem peralatan hidup dan teknologi,

  • sistem ekonomi dan mata pencaharian,

  • sistem religi, dan

  • kesenian.

Unsur-unsur tersebut bersifat universal, artinya bahwa setiap kelompok masyarakat di manapun berada, yang masih primitif maupun yang sudah modern, pasti memiliki tujuh unsur tersebut. Sebagai contoh, pada kelompok masyarakat manusia purba, mereka pasti memiliki bahasa, meskipun bahasa isyarat, juga pasti terdapat sistem pengetahuan sesederhana apapun pengetahuan tersebut. 

Demikian juga mereka pasti memiliki organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian, sistem religi, serta kesenian, meskipun semuanya serba terbatas sesuai dengan kondisi masyarakatnya.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya

  1. Timbunan Kebudayaan dan Penemuan Baru
    Kebudayaan dalam masyarakat selalu mengalami penimbunan atau menumpukan, yaitu budaya masyarakat semakin beragam dan bertambah. Bertambah dan beragamanya budaya ini umumnya disebabkan oleh adanya penemuan baru dalam masyarakat.

  2. Perubahan Jumlah Penduduk
    Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk suatu daerah mengakibatkan perubahan struktur masyarakat terutama lembaga kemasyarakatannya.

  3. Pertentangan atau Konflik
    Pertentangan yang terjadi dalam maysarakat karena kemajemukan menyebabkan perubahan sosial. Dalam masyarakat yang heterogen, sifat individualitas masih lekat sehingga satu sama lainnya tidak memiliki hubungan yang dekat. Padahal sumber kebutuhan semakin terbatas. Persaingan untuk memperebutkan seumber kebutuhan mendorong masyarakat untuk berkreasi menciptakan alternatif pemenuhan sumber kebutuhan.

  4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
    Perubahan Sosial Budaya dapat bersumber dari luar masyarakat itu sendiri diantaranya sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik di sekitar manusia, seperti Bencana alam dan peperangan.

  5. Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
    Masyarakat dengan sistem lapisan yang terbuka cenderung lebih mudah mengalami perubahan daripada dengan sistem lapisan tertutup. Masyarakat akan cenderung memberikan kesempatan berkarya bagi manusia - manusia yang potensial

  6. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan Untuk Maju
    Sikap masyarakat yang mau menghargai hasil karya orang lain akan membuat orang terdorong untuk melakukan penelitian. Dengan demikian akan menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi masyarakat.

  7. Sistem Pendidikan Formal yang maju
    Kualitas pendidikan yang tinggi mampu mengubah pola pikir. Masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih rasional dalam berpikir dan bertindak

  8. Orientasi ke Masa Depan
    Keinginan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik akan mendorong perubahan sosial budaya masyarakat

  9. Akulurasi
    Alkulturasi merupakan pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling memengaruhi. Proses akulturasi berlangsung lama dan terus menerus. Proses ini berakibat pada perpaduan kebudayaan pola budaya semua akan berubah

  10. Asimilasi
    Asimilasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsur angsur berkembang sehingga memunculkan budaya baru
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya 

  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain

  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional

  • Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat kuat (vested interests)

  • Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan

  • Prasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing atau sikap yang tertutup

  • Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis

  • Adat atau kebiasaan

  • Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tak mungkin/sulit diperbaiki